Total Pageviews

Friday, 20 May 2011

Hama Jabon

Telor-telor, ulet ulet,
Kepompong, Kupu-kupu
Kasian deh lu.. kasian deh lu..

Bait lagu yang sering di dendangkan oleh anak-anak dengan riang ini mungkin bisa membuat para petani dan pekebun berjengit. Iya lah, meski kupu-kupu adalah hewan yang indah, namun ulat kurang disenangi petani, bahkan seringkali dibenci. Apalagi kalau tanaman yang baru tumbuh ternyata digerogoti si monster rakus ini.
Memang kasihan juga bayi pohon Jabon (Anthocephalus cadamba) yang baru berumur 1.5 bulan setelah tanam ini, daunnya hampir habis karena serangan ulat hijau bertanduk.

           
Add caption
From Farm Life                                             Sebetulnya kalau diperhatikan ulat adalah serangga yang unik, si hijau satu ini (mungkin dari genus Polyura). Dia memiliki tanduk di kepalanya. Dan ketika tubuh lunaknya disentuh, dia mengeluarkan cairan berwarna hijau yang entah darimana datangnya. Enggan juga meneliti lebih jauh :) . Kakinya seperti memiliki perekat atau mungkin semacam penyedot yang membuat dia menempel cukup kuat di tangan. Ulat merupakan eating-machine yang luar biasa. Ketika sebelum menetas saja, yang dia lakukan untuk keluar dari cangkang telur adalah memakan cangkangnya. Dan pada siklus hidupnya sampai menjadi kepompong, berat tubuhnya berlipat ratusan kali. Dan yang dia lakukan hanya makan dan makan. Amazing.
Selain ulat, belalang juga sangat menyukai daun jabon. Daun terlihat berlubang-lubang dan meranggas.
Wah harus agak dikurangi nih populasinya, pikir saya.

Karena ulat adalah hewan yang tidak suka kepanasan, dia lebih senang berada di balik daun. Lumayan menyulitkan kalau kita akan melakukan hand-picking terhadap hama ini. Kalau satu dua sih ngga masalah, kalau setiap pohon harus diperiksa ya repot juga (ah pemalas kamu).
Nah si hijau ini kebetulan sedang sial dan berhasil saya temukan. Ketika coba diumpankan pada ayam kampung, wah si ayam nampak kegirangan dapat menu berprotein tinggi. Aha. Maka tak lama, 7 ekor ayam kampung kita giring ke lahan Jabon. Walhasil, tidak saja ulat tapi belalang juga di sikat. Asik juga nonton ayam-ayam itu berburu. Metoda patroli ayam ini pernah kita terapkan juga waktu sapi-sapi di Pakidulan kena hama kutu pengisap darah (caplak). Hanya pada kasus jabon, perlu juga di awasi, jangan sampai si ayam malah lebih seneng makan daun jabon daripada hama-nya. 
Kasus ulat ini menunjukkan bahwa jabon bukan merupakan tanaman yang tidak memiliki hama. Dengan tingginya minat orang menanam jabon, perlu lah kiranya diwaspadai jangan sampai terjadi ledakan populasi hama dan penyakit. Para petani Jabon perlu mewaspadai hal ini. Untuk itu artikel yang diniatkan untuk memajang foto ulat pada jabon ‘terpaksa’ melakukan
Serangga
Serangga lain yang menjadikan jabon sebagai tanaman inang dari literatur diketahui adalah ngengat Lymantria mathura. Kalau lihat gambar ketika sedang dalam siklus ulat, wah serem juga dengan bulu-bulu yang jabrik.
Yang lainnya adalah Daphnis hypothous, Dysaethria quadricaudata, dan Ectropis bhurmitra. Semuanya termasuk jenis -jenis ngegat (moth). Walau jarang mematikan namun serangan hebat dapat menghabiskan seluruh daun Kadamba.
Kemudian ulat Arthroschista hilaralis serta larva kumbang berordo Coleoptera famili Melolonthidae yang dikenal dengan Uret. Salah satu jenis larva uret yang nakal berasal dari kumbang lege (white grubs atau kuuk dalam bahasa sunda). Kumbang ini berasal dari genus Phyllophaga. Lege sering kita temukan pada pohon pisang, sedangkan larvanya berada di dalam tanah.
From Hanja - Jabon - Samama
Dari sebuah literatur ditemukan pula catatan mengenai penanaman usia satu tahun kombinasi Kadamba yang dicampur dengan tanaman Sengon (Albizia falcata) di Jawa Timur yang terserang hama uret Lepidiota stigma, Leucopholis rorida dan Holotrichia helleri (Intari, S.E.; Natawiria, D. 1973. Hama Uret pada pesemaian dan tegakan muda. Laporan 167. Bogor, Indonesia: Lembaga Penelitian Hutan. 22 p.).
Nematoda
Hama lain yang sering menghinggapi Jabon adalah serangan nematoda. Hama dari keluarga filum atau cacing-cacingan ini diketahui menyerang akar jabon. Dan menyebabkan tanaman yang terserang mati. Istilah untuk penyakit yang memang sangat umum menyerang bermacam tanaman ini adalah puru akar (root-knot nematode). Di Amerika Serikat saja, setidaknya serangan nematoda akar ini telah mengurangi produktifitas pertanian sebesar $5 milyar setiap tahunnya. Pada tanaman jabon, nematoda penyebab di identifikasi adalah Meloidogyne incognita. Serangannya menyebabkan daun menguning dan merapuhkan akar. Di Filipina, 97 persen pasokan bibit Jabon dari penangkar telah terinfeksi nematoda ini. Indikasinya, ukuran bibit lebih kecil, beratnya kurang dengan daun yang lebih sedikit.
Sudden Death
Yang cukup mengejutkan adalah adanya catatan mengenai mewabahnya kematian mendadak atau sudden death pada penanaman Kadamba di Costa Rika (Gibson, I.A.S.; Nylund, J. 1976. Sudden death, a disease of kadam (Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq.). Commonwealth Forestry Review. 55(3): 219-227).
Penyebabnya tidak diketahui, namun menyebabkan penanaman disana dihentikan sama sekali. Gejalanya merupakan gejala khas penyakit infeksi pada akar. Bintik dan noda pada kambium dan jaringan kayu (sapwood) yang menyebar dimulai dari akar dan terus ke atas. Penyakit ini diamati bermula pada tahun 1967, hanya dua setengah tahun sejak ditanam. Matinya akar serabut juga merupakan gejala awal.
Pada literatur yang lain, Selander (1990) melaporkan kerontokan berat pada percobaan penanaman Jabon di Kalimantan Selatan disebabkan oleh ulat yang tidak dapat di identifikasi jenisnya. Kemudian Ngatiman dan Tangketasik (1987) mencatat bahwa ada satu serangga yang belum teridentifikasi (diasumsikan ulat) pada penanaman di Kalimantan Rimur. Suratmo (1987) mengarahkan penyebab penggundulan jabon tersebut adalah Margaronia sp. (Lepidoptera, Pyralidae).
Suratmo (1996) mengobservasi bahwa penanaman yang telah dilakukan pada area yang kecil, daunnya telah diserang secara hebat yang menyebabkan penanaman spesies fast growing ini dihentikan (Insect Pests and Diseases in Indonesian Forests, CIFOR, 2000).
Di India, Kumbang Tanduk Panjang, Batocera numitor (Coleoptera, Cerambycidae) ditemukan menggerek pokok batang pada tanaman yang tidak sehat. Kemudian ulat Margaronia hilaralis (Lepidoptera, Pyralidae) menyebabkan daun tinggal tulang belulang (Beeson 1941). Sementara serangan ulat lain dari jenis polyphagous yang merupakan pemakan daun juga dicatat terjadi di India namun tidak menyebabkan situasi yang serius.


From Hanja - Jabon - Samama
Disebutkan dalam literatur tersebut bahwa ulat pemakan daun adalah ancaman potensial namun sejarah penanaman Jabon terlalu pendek untuk membuat kesimpulan yang tepat.
leaf blightRhizoctonia
Daun Jabon juga amat disenangi ternak sapi, kambing dan domba. Hingga ternak yang digembalakan di area penanaman jabon harus dalam pengawasan yang ketat.
Demikianlah, tulisan ini sama sekali tidak bermaksud untuk menyurutkan niat kita bertanam. Namun lebih merupakan upaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi.
Telor-telor, ulet ulet,
Kepompong, Kupu-kupu
Kasian deh lu.. kasian deh lu..

Semoga bukan para petani Jabon yang disebut dalam dendang tersebut dan semoga tulisan ini bermanfaat.



Untuk pemesanan bibit Jabon. Hub. Hartono Hp. 0823-78000858 pin 2A6F3EA2


Dapatkan harga lebih murah dengan pemesanan secara  INDEN 2.5 bulan min 10 ribu bibit. 

Mengenai Jabon

Jabon adalah Sejenis kayu keras yang pertumbuhanya sangat cepat dapat tumbuh cepat dan subur.Kayu Jabon dapat hidup di tanah Lempung,pod solid,tanah liat,tanah berbatu dan lain-lain.Saat ini kayu Jabon menjadi andalan industri perkayuan seperti:kayu lapis,plywod,industri mebel,plup produsen peti buah,mainan anak-anak,korek api,alas sepatu,papan,triplek dan lain-lain.Nilai Eksport ke negara industri maju sebagai kayu bubur kertas seperti di Jepang. 

KEUNGGULAN
  1. Tumbuh sangat cepat di bandingkan kayu keras lainnya.
  2. Tidak memerlukan perawatan khusus.
  3. - + tahun 1993 – 2009 belum di temukan penyakit yang mematikan seperti Tumor karat (Albasia).
  4. Tidak memerlukan pemangkasan,karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok dengan sendirinya (Selfpurning).
  5. Masa produksi jabon yang sangat singkat 4 – 5 tahun sudah bisa panen.
  6. Berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus.
  7. Harga jual jauh lebih tinggi.
  8. Di saat ini – + 1 – 1,2 juta/m³.Dan masih banyak lagi keistimewaan Jabon.
Tanaman Jabon bagai Tanaman Emas
Masa produksi yang begitu cepat 4 -5 tahun saat ini Jabon sebagai kayu andalan industri maju perkayuan.Kebutuhan kayu akan terus meningkat seiring albasia sebagai kayu andalan industri nyaris punah terserang berbagai penyakit yang mematikan.Jadi bisa di katakan masa mendatang 5-10 tahun Jabon akan terus melambung – + 1,5 juta/ m³.Belum lagi pemerintah melarang penggunaan kayu bulat hasil penebangan hutan alam akibatnya banyak industri cukup kekurangan pasokan kayu.

Tanaman Jabon Bagai Tanaman Emas
  1. Muhamad Instaf SH.Desa Rawa Urip,Kec.Pangenan-Cirebon =>Dalam Usia 6 tahun ada yang mencapai 40 – 45 m.
  2. Pak Hasan.Tanam 625 dalam 4 – 5 tahun mampu menghasilkan 800 – 1000 m³.
  3. DI kalangan PON-PES Ternama “BENDA” Sukses dalam tanam jabon.
PENJUALAN/PUSAT PENAMPUNG
  1. PT.HENDRATNA
  2. PT.SERAYU MAKMUR KAYU INDO (SMK) Banjarnegara dan ratusan cabang di Purbalingga
POLA TANAM
2 X 2,5 M
3 X 3 M
4 X 4 M
4 X 5 M
  1. Buka tanah dengan cangkul 40 X 40 cm dengan kedalaman – + 50 cm
  2. urug kompos – + 2,5 kg,NPK (1 sendok) di kasih kantong air 10 cm
  3. Buka Lobang Lebar 25 X 25 cm dalam 40 cm
  4. urug kompos – + 2,5 kg,NPK (1 sendok) di kasih kantong air 10 cm.Sebagai pupuk dasar lihat gambar
PERAWATAN
Semprot Pestisida secara aktip per 1 atau 2 minggu sekali selama 3-5 bulan tergantung keadaan gangguan ulat dan belalang daun setelah daun sudah cukup banyak Fungsida sudah tidak perlukan lagi karena daun tak akan habis.
Setelah umur 1- 2 tahun 10 kg kompos dan 2 ons NPK.
2 – 3 tahun 20 kg kompos dan NPK 7,5 ons
Atau
1 – 2 tahun 30 kg kompos
2 – 3 tahun 30 kg kompos
Catatan:Lakukan pemupukan minimal 1 – 2 X dalam setahun
(TAPI JIKA ADA KEMAMPUAN LEBIH BAIK,PEMUPUKAN SAMPAI BATAS USIA PANEN 5 – 6 TAHUN AGAR HASIL LEBIH MAKSIMAL)




Untuk pemesanan bibit Jabon Hartono Hp. 0823-78000858

Dapatkan harga lebih murah dengan pemesanan secara  INDEN 2.5 bulan min 10 ribu bibit.

Monday, 16 May 2011

Potensi desa

            Potensi desa adalah kemampuan yang dapat dikembangkan dalam pembangunan suatu desa. Potensi desa mencakup keadaan alam dan manusia yang ada didalamnya beserta hasil-hasil kerja manusianya. Potensi suatu desa terdiri atas komponen alam dan komponen manusia.

            Program pembangunan desa merupakan salah satu usaha pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup dan kesehjateraan masyarakat di lingkungan pedesaan. Adapun tujuannya yaitu sebagai berikut :
1. Meletakkan landasan yang kokoh bagi mansyarakat.
2. Berkembang atas kekuatan dan kemampuan sendiri di dalam melaksanakan pembangunan desanya.

             Berdasarkan potensi dan masalah-masalah yang ditemui dalam pembangunan pedesaan, maka pembangunan pedesaan dilaksanakan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut :
a. Dinamis dan berkelanjutan
b. Menyeluruh , terpadu dan terkoordinasi.
c. Terdapat keseimbangan yang serasi antara kewajiban pemerintah dan kewajiban masyarakat.

             Berdasarkan prinsip-prinsip pembagunan desa tersebut, maka kebijaksanaan pembangunan desa disusun berdasarkan pokok-pokok kebijaksanaan sebagai berikut :
a. Pemgembangan tata desa yang teratur dan serasi
b. Peningkatana kehidupa n ekonomi yang kooperatif
c. Pemanfaatan sumber daya manusia dan ponetis alam yang ada
d. Pemenuhan kebutuhan masyarakat yang esesnial
e. Peningkatan prakarsa dan swadaya gotong royong masyarakat.

sumber:
shvoong.com


Info pemesanan Bibit Jabon Palembang Hub. Hartono 0823-78000858 pin 2A6F3EA2

Profil tanaman Jabon

Karakter Tanaman

Tanaman kayu keras yang dapat tumbuh sangat cepat.
Lingkar batang pada usia 6 (enam) tahun bisa mencapai di atas 40-50 cm.
Jabon cepat tumbuh pada umur 4—6 tahun dan Mencapai usia optimal panen pada usia 10-15 tahun.
Usia 5-6 th sudah dapat dipanen. Pertumbuhan diameter pohon antara 5-10 cm/tahun

Karakteristik Kayu

Karena warna kayunya kuning terang sampai putih, sangat mungkin untuk dimanfaatkan oleh industri kayu.
Kerapatan kayu (density) 290-560 Kg/M3 pada kadar air 15%,
Tekstur kayu bagus.
Berserat lurus,kurang mengkilat (redup) dan tidak berbau.
Mata kayu sedikit karena Percabangan kurang.

Kayu Jabon gampang dikerjakan baik dengan alat tradisonal maupun mesin.
mudah dikeringkan, mudah dipotong dan diketam, mudah dipaku, dibor dan dilem.

Menghasilkan permukaan kayu yang halus.
Penyusutan kayu rendah, Penyusutan radial 0,8% dan penyusutan tangensial 2,1%,
Kelenturan modulus (Modulus Elasticity) berkisar 7,700—9,300 N/mm2

Daerah Penyebaran

Seluruh Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur, Kali¬mantan Selatan, Kalimantan Timur, seluruh Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Irian Jaya.

Habitus

Tinggi pohan dapat mencapai 45 m dengan pan¬jang batang bebas cabang 30 m, diameter sampai 160 Cm. Batang lurus dan silindris, bertajuk tinggi dengan cabang mendatar, berbanir sampai ketinggi¬an 1,50 m, kulit luar berwarna kelabu-coklat sam¬pai coklat, sedikit beralur dangkal.

SIFAT-SIFAT KAYU JABON

Sifat Fisik
Ciri Umum:
Warna Kayu teras berwarna putih semu-semu kuning muda, lambatlaun menjadi kuning semu-semu gading, kayu gubal tidak dapat dibedakan dari kayu teras.
Tekstur kayu agak halus sampai agak kasar.
Arah serat lurus, kadang-kadang ag8k berpadu.
Permukaan kayu licin atau agak licin.
Permukaan kayu jelas mengkilap atau agak mengkilap.
Pori bergabung 2-3 dalam arah radial, jarang so¬liter, diameter 130-220 µ, frekuensi 2-5 per mm2.
Parenkim agak jarang, dapat dilihat di bawah loupe 10x seperti garis-garis pendek yang ter¬sebar, seringkali 2-3 garis bersambungan dalam arah tangensial di antara iari-jari dan bersing¬gungan dengan pori, atau membentuk garis-garis panjang yang halus dan merupakan jaringan se¬perti jala dengan jari-jari
Jari-jari uniseriat, tinggi 580 µ, lebar 44 µ, fre¬kuensi 2-3 per mm.
Panjang serat 1.979 µ dengan diameter 54 µ, tebal dinding 3,2 µ dan diameter lumen 47,6 µ


PENGOLAHAN  
Keawetan
Kayu jabon dimasukkan ke dalam kelas awet V, demikian juga berdasarkan percobaan kuburan jenis kayu ini termasuk kelas awet V. Daya ta¬hannya terhadap rayap kayu kering termasuk ke¬las II. sedangkan daya tahannya terhadap jamur pelapuk kayu termasuk kelas IV-V

Pengeringan
Kayu jabon termasuk mudah dikeringkan dengan sedikit cacat berupa pecah dan retak ujung serta sedikit mencekung. di samping itu karena mudah diserang jamur biru, maka kayu jabon perlu dike¬ringkan secara cepat di udara terbuka

Pengeringan alami
Pengeringan papan tebal 2,5 cm dari kadar air 82% sampai kadar air 14% memerlukan waktu 38 hari.

Pengeringan dalam dapur pengering
Bagan pengeringan yang dianjurkan adalah suhu 57-76,5ºC dengan kelembaban nisbi 70-30%.

Pengerjaan
Kayu jabon dilaporkan mudah digergaji. Hasil pe¬ngujian sifat pemesinan menunjukkan bahwa kayu jabon dapat dibentuk, dibuat lubang persegi dan diamplas dengan hasil baik, sedangkan penyerutan, pemboran dan pembubutan hanya memberi hasil sedang saja.

Tempat Tumbuh

Jabon umumnya tumbuh pada tanah alluvial lem¬bab di pinggir sungai dan di daerah peralihan an-tara tanah rawa dan tanah kering yang kadang-kadang digenangi air. Selain itu dapat juga tum-buh dengan baik pada tanah liat, tanah lempung
podsolik coklat, tanah tuf halus atau tanah lempung berbatu yang tidak sarang. Jenis ini memerlukan iklim basah hingga kemarau kering di dalam hutan gugur daun dengan tipe curah hu-jan A dan D, mulai dari dataran rendah sampai ke¬tinggian 1.000 m dari permukaan laut

Permudaan
Permudaan alam banyak sekali terdapat terutama pada tempat-tempat terbuka seperti pada bekas tebangan, bekas jalan sarad atau bekas perladangan. Jabon termasuk jenis pionir yang dapat membentuk kelompok hutan alam murni pada tempat yang bebas persaingan cahava. Permudaan buatan banyak dilakukan di Jawa Timur. Biji disemaikan lebih dahulu di dalam bak kecambah, kemudian setelah tumbuh dan men¬capai tinggi 3 cm dipindahkan ke bedeng pe¬nyapihan atau ke dalam bumbung. Setelah men¬capai tinggi 20-30 cm ditanam di lapangan pada permulasn musim hujan. Penanaman dapat pula dilakukan dengan cabutan atau stump. Jarak ta¬nam 3 m x 2 m. Pertumbuhan jabon termasuk cepat, sehingga pada umur 3 tahun harus di¬lakukan penjarangan pertama dan pada umur 25 tahun sudah dapat menghasilkan kayu per¬tukangan

Buah

Pohon jabon berbuah setiap tahun pada bulan Juni-Agustus. Buahnya merupakan buah maje¬muk berbentuk bulat dan lunak, mengandung biji yang sangat kecil. Jumlah biji kering udara 18¬26 juta butir per kg. Jumlah buah 33 butir per kg atau 320 butir per kaleng minyak tanah. Buah yang berukuran sedang dapat menghasilkan se¬kitar 8.300 pohon. Biji yang telah dikeringkan dan disimpan pada tempat yang tertutup rapat dalam ruangan yang sejuk dapat tahan selama satu tahun.

Kegunaan

1. Kayu Jabon digunakan untuk korek api, Slet (pinsil), sumpit sebab kayu jabon ringan, serat lebih halus sehingga mudah pengejaan sewaktu di olah menggunakan mesinatu sewaktu masuk kemesin pengolahan.

2. Sebagai Peti pembungkus atau peti kemas selain mempunyai keteguhan gesek, keteguhan pukul dan cukup ringan bisanya di guanakan sebagai paking box sebelum barang yang di kemas di muat atau dimasukkan kedalam container sewaktu pengiriman barang sebelum di kirim terlebih dahulu di sterilkan (Fumigation) dan kayu jabon tahan terhadap serangan jamur perusak.

3. Kayu Jabon juga sebagai bahan kerajinan tangan berupa hiasan atau mainan di karena menpunyai sifat kayu yang lunak serat lebih halus sehingga mudah dalam pengerjaaanya.

4. Kayu Jabon juga dapatdi gunakan sebagai bahan baku kerta (pulp) dikarenakan mempunyaisifat kimiayaitu memilikikandunga selulosa cukup tinggi ± 52.4% dan panjang serat 1.979.

5. Kayu Jabon dapat di guanan sebagai kontruk darurat ringan yang bersifat sementara dan jangka waktu pendek mengingat kayu jabon termasuk kelas awet IV-V yang tidak terlalu lama apalagi bila di luar out door. Tapi kayu abon tidak cocok untuk kontruksi bangunan permanen.

6. Kayu jabon sebagai veneer atau bahan baku kayu lapis (plywood) karena memiliki serat yang harus, berat kayu tergolong ringan, pada umumya bentuk batang silindris sehinnga tidak bayak bahan yang terbuang sewaktu masuk mesin rotary (pengupasan). Dan memunyai tingkat keuletan sehigga veneer yang di hasil kan tidak mudah robek atau patah mengingat panjang serat cukup tinggi. Untuk sekarang ini banyak di gunakan seperti yang di gunakan pada salah sayu perusahaan plywood di kab Cirebon jawa barat.

7. Untuk pengembangan dan pembudidayaan jenis kayu jabon untuk sekarang ini banyak di lakukan oleh perusaahan atau industry primer/penggergajian dan industry plywood pada lahan kritis atau yang terbuka mengingat jenis ini mudah tumbuh pada lahan terbuka yang cukup mendapat cahaya matahari. Seperti yang dilakukan PT. Serayu Makmur Kayunindo di kab Cirebon.

Daftar pustaka :
1. Atlas Kayu jilid 1 dan II (Pusat penelitian dan pengembangan bogor)
2. Laporan perjalanas dinas BP2HP VII di PT. Serayu makmur Kayunindo.
3. Seminar Peluang bisnis Jabon (http://tgcfahutanipb.wordpress.com)
4. Badan Litbang Kehutanan (http://www.forda-mof.org)


Info Bibit Jabon Palembang Hub. Hartono 0823-78000858 pin 2A6F3EA2

Sunday, 15 May 2011

Rahasia Penanaman Jabon agar cepat besar


Rahasia Penanaman Jabon agar cepat besar 

Dalam kegiatan penanaman jabon terutama di waktu tertentu ,alangkah baiknya bila kita melakukan suatu analisa dan eveluasi kegiatan,oleh karenanya team kami melakukan eveluasi berkala setiap semester,seperti yang telah kami lakukan yaitu berfungsi untuk :

1.mengetahui perkembangan tanaman
2.melihat kendala yang ada di lapangan.
3.mengetahui jumlah tanaman dan prosentase tanaman yang hidup dan mati.
4.mengetahui kesesuain tanaman tumpangsari,ketinggian medan,cara penanaman jabon yang baik,kemiringan lahan ,dan hama yang menyerang tanaman.

saat pengecekan dilaksanakan di lapangan kondisi tanaman jabon sekitar 70-80 persen memuasakan,walaupun juga ada yang agak kerdil ataupun dimakan ulat daun.

Nah dari hasil analisa kita bisa melakukan langkah koreksi dan tindakan ke depan agar tanaman jabon bisa kedepan tumbuh lebih bagus.
kendala yang ada antara lain :
1.masalah kesuburan tanah dan keasaman yang berbeda,
2.munculnya hama ulat dan wereng yang menyerang tanaman .
3.kontur tanah yang keras dan gulma di sekitar tanaman
4.,tanaman yang kerdil karena kurang menyerap unsur hara,
5.ketinggian dpl diatas 1200 m,pertumbuhan tanaman agak melambat.

dari hasil analisa dan evaluasi diatas kita bisa menentukan langkah selanjutnya untuk perbaikan kedepan.yang meliputi antara lain:
1.penyiangan lanjutan.
2.pemberian pupuk organik ataupun anorganik.
3.pengendalian hama
4.pemberian pupuk hayati pembenah tanah.
5.Evaluasi pemilihan bibit yang bagus

Untuk pemesanan bibit Jabon. Hub. PT. Jaya Mitra Omindo: 
Hartono Hp. 0823-78000858 pin 2A6F3EA2 dan Sahala Hp. 0812-81126975
                              Kantor: Jl. sanjaya no. 60 Km 11 Palembang

Dapatkan harga lebih murah dengan pemesanan secara  INDEN 2.5 bulan min 10 ribu bibit.

Cara Perawatan Bibit Jabon

Jabon-Setelah melakukan beberapa uji coba mengenai cara pembibitan bibit jabon kami telah menemukan cara untuk mendapatkan bibit tanaman jabon yang sangat baik.  Salah satu cara yang kami temukan dengan perlakuan pengkerdilan, dengan cara yang kami lakukan ini ternyata dapat menghasilkan batang tanaman bibit jabon menjadi besar dan keras. Karena bibit tanaman jabon memiliki kadar air yang sangat tinggi pada bagian batang maka hanya dengan proses pembibitan dengan cara pengkerdilan tanaman bibit jabon lbih mudah pada saat proses penanaman dan tidak perlu menggunakan ajir sebagai penopang batang jabon agar tidak mudah roboh pada saat penanaman bibit.
Pada saat tanaman bibit jabon dalam proses pengkerdilan memiliki ciri spesifik pada daun akan berbentuk keriting dan pada batang memiliki tingkat kebesaran yang lebih dibandingkan dengan proses pembibitan yang tanpa dilakukan proses pengkerdilan. Banyak para petani bibit jabon yang tidak mengetahui proses yang harus dilakukan pada saat bibit jabon berada di persemaian. Mereka hanya mengerti pembibitan jabon dengan proses yang sangat standar, jadi hasil dari bibit tanaman jabon itupun sangat standard pula.
Bibit tanaman jabon sangat membutuhkan proses pengkerdilan karena batang bibit tanaman jabon memiliki kadar air yang sangat tinggi seperti yang sudah kami sebutkan di atas, bibit tanaman jabon hampir memiliki kesamaan dengan bayam yang memiliki kadar air pada batang sangat banyak.

Untuk pemesanan bibit Jabon. Hub. Hartono Hp. 0823-78000858 
Dapatkan harga lebih murah dengan pemesanan secara  INDEN 2.5 bulan min 10 ribu bibit.

Wednesday, 30 March 2011

Cara pembibitan Jabon

A. Pengecambahan benih.
Sediakan media tempat kecambah (bak plastik) dan sungkup dari plastik2. Media perkecambahan adalaha. Campuran pasir halus dan tanah halus (1:1), disterilisasi dengan cara digoreng selama 2 jam. Untuk mendapatkan media pasir halus, pasir di ayak dengan ayakan berukuran mikro (ayakan nyamuk).b. Campuran cocopeat (sabut kelapa yang sudah dicacah) dan arang sekaram (2:1). Keduanya dapat diperoleh/dibeli di toko-toko pertanian.3. Sebelum benih ditabur, media disiram sampai jenuh. Bila perlu bak tabur ditutup dengan plastik transparan (sungkup).4. Penaburan benih dapat dicampur dengan pasir halus agar penyebaran dalam bak kecambah merata. Perbandingan benih dengan pasir 2:1.5. Biasanya benih mulai berkecambah setelah 7-15 hari setelah penaburan dan akan mulai merata setelah 30 hari.6. Dalam satu bak kecambah ukuran 25 cm x 20 cm banyak biji yang ditabur cukup 1 sendok teh.

B. Pemeliharaan pada periode perkecambahan.
Pemeliharaannya dilakukan dengan penyiraman. Setelah penyiraman pertama, penyiraman selanjutnya dilakukan setiap harinya (pagi dan sore) sampai minggu ke-10 / siap sapih ke polybag dengan ukuran bibit 5-10 cm dengan sprayer halus2. Penyiraman menggunakan air biasa untuk setiap harinya dan menggunakan air biasa dicampur dengan fungisida DITHANE M-45 untuk setiap minggunya (1kali dalam semingggu). Untuk 1 liter air dicampur fungisida ¼ sendok Dithane M-45.3. Media kecambah harus terkena cahaya matahari tetapi tidak secara langsung perlu naungan dari plastik / sungkup / rumah kaca. Kondisi media SYARAT YANG PALINGàkecambah harus lembab dan basah jangan sampai kekeringan. PENTING.4. Selanjutnya bibit dipindahkan ke polybag di persemaian.5. Total waktu perkecambahan kurang lebih 1 bulan, total pemeliharaan setelah muncul kecambah 1,5 bulan hingga siap sapih. Jadi total waktu yang dibutuhkan untuk perkecambahan kurang lebih 2-3 bulan.6. Bibit yang sudah dipindahkan ke polybag sangat cepat perkembangannya. 1 bulan bisa mencapai ukuran tinggi = 20-40 cm.

C.Penyapihan.
Penyapihan adalah pemindahan tanaman dari bak kecambah ke polybag. Kemudian polybag di tempatkan pada bedengan berukuran 5 m x 1 m yang ternaungi agar terlindung dari sinar matahari langsung dan hujan.1. Penyapihan dilakukan ketika kecambah telah memiliki 2-3 pasang daun atau telah mencapai tinggi 2-3 cm (usia 1,5-2 bulan).2. Media sapih yang digunakan harus mengandung banyak nutrisi untuk pertumbuhan tanaman yang kemudian ditempatkan dalam polybag3. Media semai yang dipergunakan : ukuran polybag 10×15 cm.4. Media bibit adalaha. Media campuran pasir + tanah+ arang sekam (1:3:1) atau tanah + kompos (3:1).b. Media campuran tanah (topsoil/permukaan), pasir dan pupuk kandang (7:2:1)c. media campuran tanah, cocopeat, dan pasir (3:1:1), atau menggunakan campuran tanah dan arang sekam (1:1).

D. Pemeliharaan di bedeng sapih.
Penyiraman secara rutin setiap hari menggunakan air biasa dan setiap minggu menggunakan air biasa dicampur dengan fungisida DITHANE M-452. Selain penyiraman dapat juga diberikan pemupukan yang dilakukan setelah bibit berumur 2 minggu dengan pupuk NPK cair (2-4gram/1liter air), atau dengan pupuk NPK padat 0,5 gram/bibit dengan jarak dari batang tanaman 3-5 cm (selebar tajuk tanaman).3. Selain itu juga dapat dilakukan pemupukan dengan pupuk daun gandasil-D (dosis 1-2 gr untuk 1 liter air) setelah bibit berumur 3 bulan setelah penyapihan.5. Pemberian penaungan tanaman dengan paranet dilakukan hingga bibit berumur ±4-5 bulan setelah penyapihan (tinggi ±30 cm). Ukuran paranet 30%, 40% ,50% atau 65%.

E. Penanaman di lapangan.
Bibit siap tanam ketika batangnya cukup berkayu dengan tinggi 25-30 cm. Waktu penanaman dilakukan pada musim hujan dengan jarak tanam 3 m x3 m. Pemeliharaan di lapangan berupa pendangiran (penggemburan tanah), penyulaman (pada jabon yang mati), penyiangan (pembebasan dari rumput liar) dan pemupukan. Semoga Bermanfaat. 



Untuk pemesanan bibit Jabon Hartono Hp. 0823-78000858

Dapatkan harga lebih murah dengan pemesanan secara  INDEN 2.5 bulan min 10 ribu bibit. 

Tuesday, 22 February 2011

Jabon (Anthocephalus cadamba)


Jabon (Anthocephalus cadamba) Merupakan salah satu jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ketinggian 0 – 1000 m dpl

Saat ini Jabon menjadi andalan industri perkayuan, termasuk kayu lapis, karena Jabon memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya termasuk sengon/albasia. Dari hasil uji coba yang telah dilakukan, keunggulan tanaman jabon dapat diuraikan dari beberapa sisi, diantaranya adalah:

* diameter batang dapat tumbuh berkisar 10 cm/th
* Masa produksi jabon yang singkat – hanya 4 – 5 tahun
* Berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus
* Tidak memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok sendiri
(self purning)

PERTUMBUHAN

pertumbuhan sangat cepat dibandingkan dengan kayu keras lainnya termasuk bila dibandingkan dengan sengon (albasia), Jabon tergolong tumbuhan pionir sebagaimana sengon. Ia dapat tumbuh di tanah liat, tanah lempung podsolik cokelat, atau tanah berbatu. Sejauh ini jabon bebas serangan hama dan penyakit, termasuk karat tumor yang kini banyak menyerang sengon.

BATANG
Ciri dan karakteristik batang jabon adalah : Permukaan kayu licin serta arah tegak lurus, berwarna putih kekuningan mirip meranti kuning, batang mudah dikupas, dikeringkan, direkatkan, bebas dari cacat mata kayu dan susutnya rendah.

PENANAMAN dan PERAWATAN
Jabon merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan berkembang tidak memerlukan banyak perlakuan khusus dalam budidayanya.

PEMASARAN
Karena jenis kayunya yang berwarna putih agak kekuningan dan tanpa terlihat seratnya, maka kayu jabon sangat dibutuhkan oleh industri kayu lapis (plywood), industri meubel, pulp, produsen peti buah, mainan anak-anak, korek api, Alas sepatu, Papan, Tripleks. Hal inilah yang menyebabkan pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan.

NILAI EKONOMI

Budidaya tanaman jabon akan memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar. Perkiraan dalam 4 – 5 tahun mendatang, diperoleh dari penjualan 625 pohon berumur 4 – 5 tahun sebanyak 800 – 1.000 m3 per ha. Prediksi harga jabon pada 5 tahun mendatang Rp1,2-juta/m3. Dengan harga jual Rp1,2-juta per m3 dan produksi 800 m3, maka omzet dari penanaman jabon mencapai Rp960-juta per ha. Saat ini harga per m3 jabon berumur 4 tahun mencapai Rp716.000; umur 5 tahun, Rp837.000. Andai harga jabon tak terkerek naik alias Rp716.000 per m3, maka omzet dari budidaya jabon ‘mencapai’ Rp500.000.000.

PELUANG INVESTASI

Menanam jabon bagaikan menanam emas, sebab kebutuhan kayu akan terus meninggi, karena saat ini pemerintah melarang penggunaan kayu bulat hasil tebangan hutan alam, akibatnya banyak industri tutup akibat kekurangan pasokan kayu, jadi pada masa mendatang, harga kayu jabon akan semakin meningkat terus.

cat. sumber theangel.wordpress.com


Untuk pemesanan bibit Jabon Hartono Hp. 0823-78000858

Dapatkan harga lebih murah dengan pemesanan secara  INDEN 2.5 bulan min 10 ribu bibit.