Total Pageviews

Showing posts with label jabon. Show all posts
Showing posts with label jabon. Show all posts

Thursday, 10 January 2013

Penanaman pohon Jabon

Penyiapan lahan yang tepat akan menghasilkan daya dukung lahan yang optimal untuk pertumbuhan jabon. Penyiapan lahan bertujuan untuk mempersiapkan tempat tumbuh sebaik mungkin bagi bibit jabon yang akan ditanam. Penyiapan lahan meliputi pembersihan lahan dan pengolahan tanah. Penyiapan lahan meliputi kegiatan pembersihan lahan dari tumbuhan penggangu seprti semak belukar, alang-alang, rumput dan sisa-sisa tumbuhan yang telah mati. Selain itu pembersihan lahan juga dapat dilakukan dengan menggunakan herbisida, misalnya Sodium Chlorate (5-10 g/m2) dan campuran 2,4 dichlorophrnoxyacetic acid dengan 2,4,5-trichlorophenoxy-acetic acid (1 g/m2).
Pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik tanah biasanya diikuti dengan perbaikan tempat tumbuh agar mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman dilahan yang kurang produktif. Kegiatan tersebut biasanya disebut ameliorasi. Ameliorasi dilakukan dengan memberikan unsur tertentu agar kualitas lahan meningkat dengan menggunakan pupuk organik, pupuk anorganik, kapur dan bahan mineral. Pupuk organik yang biasa digunakan seperti pupuk kandang, kompos dan pupuk hijau, sedangkan pupuk anorganik yang digunakan seperti pupuk NPK, TSP, KCL dan SP36. Kapur biasanya diberikan sebanyak 100 gr/lubang tanam. Pemberian kapur digunakan untuk tanah atau lahan yang asam, tanah yang belum matang, serta lahan yang memiliki keterbatasan unsur hara Ca dan Mg. Bahan mineral yang dicampur dengan tanah untuk proses ameliorasi seperti tanah mineral, lumpur laut dan lumpur sungai. Pemberian bahan mineral berfungsi sebagai sumber hara mineral, menurunkan nilai KTK dan meningkatkan kejenuhan basa di tanah. Bibit jabon yang siap tanam ketika batangnya cukup berkayu dengan tinggi 25-30 cm. Jabon memerlukan ketersediaan air yang cukup agar pertumbuhannya optimal, sehingga waktu penanaman sebaiknya dilakukan pada musim penghujan untuk menghemat biaya pengairan dan meminimalisir kematian bibit akibat kekeringan. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 3x3 m untuk penanaman monokultur. Penanaman dilakukan dengan membuat lubang tanam
berukuran 40 x 40 cm. Selain penanaman monokultur, jabon juga dapat ditanam secara tumpang sari dengan tanaman hortikultura yang dapat dipanen lebih cepat seperti kacang-kacangan, talas, jagung dan nanas. Jarak tanam yang dianjurkan untuk  penanaman campuran (tumpang sari) 4x4 m atau 4x6 m. Sebagai pupuk awal benamkan 50 g NPK/tanaman. Berikan pupuk urea 50 g/tanaman setiap 6 bulan selama 3 tahun pertama. Pada umur tanam 3 tahun dosis urea dapat ditingkatkan menjadi 80 g/tanaman. Pemeliharaan tanaman dilapangan berupa pendangiran (penggemburan tanah), penyulaman (pada tanaman yang mati), penyiangan (pembebasan dari rumput liar) dan pemupukan. Pada awal penanaman, dapat dilkukan perawatan awal setelah tanam yaitu dengan menyemprotkan pestisida setiap 1-2 minggu sekali selama 3-4 bulan agar daun muda tidak dimakan ulat. Penyiangan juga harus sering dilakukan dengan tujuan agar pertumbuhan jabon tidak kalah dengan gulma. Jenis-jenis tanah yang cocok bagi pertumbuhan jabon diantaranya yaitu tanah ultisol, oxisol, alfisol, vertisol, andisol, inceptisol, spodosol dan entisol. Tanah ultisol (podsolik merah kuning) memiliki lapisan tanah liat dibagian bawah dan bersifat asam. Tanah oxisol merupakan jenis tanah tua sehingga kandungan mineralnya hanya sediki dan mudah lapuk. Tanah andisol berwarna kehitaman, umunya terdapat dilereng gunung berapi dengan tingkat kesuburan yang cukup baik. Tanah spodosol merupakan jenis tanah yang memiliki tingkat kesuburan lebih rendah dibandingkan dengan tanah andisol dan bersifat lembab atau basah. Suhu lingkungan optimum untuk pertumbuhan jabon sekitar 21- 260 C. Meskipun dapat tumbuh sampai ketinggian 1000 m dpl, beberapa petani jabon menyatakan bahwa jabon dapat tumbuh sampai pada ketinggian 1500 m dpl. Beberapa hasil penelitian mengatakan bahwa jabon yang ditanam didataran rendah menunjukan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan jabon yang ditanam di daerah pegunungan. Curah hujan tahunan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan jabon berkisar antara 1.500-5.000 mm/th, namun demikian jabon mampu bertahan saat musim kemarau hingga tiga bulan tanpa mengalami kerusakan. Jabon sangat membutuhkan cahaya matahari yang konstan untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Proses fotosintesis yang menghasilkan sumber energi untuk pertumbuhannya dipengaruhi oleh cahaya matahari, sehingga jabon sangat cocok ditanam di areal terbuka. Jabon yang ditanam pada areal yang ternaungi, pertumbuhannya menjadi agak terhambat (bentuk pohonnya tinggi tetapi kurus).

sumber: badan penelitian kehutanan Manado


Untuk pemesanan bibit Jabon. Hub. Hartono Hp. 0823-78000858 pin 2A6F3EA2


Dapatkan harga lebih murah dengan pemesanan secara  INDEN 2.5 bulan min 10 ribu bibit.

Thursday, 1 November 2012

Jual Bibit Jabon Palembang



Dijual bibit Jabon daerah Palembang dengan beberapa variable  yaitu mulai dari stok benih, bibit sosisan, cabutan dan bibit siap tanam. Untuk bibit kami melayani pengadaan bibit hingga SATU JUTA bibit siap tanam. Bagi yang berminat dengan  bibit jabon siap tanam/sosis kami siap melayani pengiriman baik di Palembang, Musi banyuasin, Baturaja, Muara dua, Martapura, Pagar alam, Lahat, Prabumulih atau di luar Sumatera Selatan. Melalui jalur darat, laut maupun udara.

Untuk pemesanan bibit Jabon. Hub.Hartono Hp. 0823-78000858

Dapatkan harga lebih murah dengan pemesanan secara  INDEN 2.5 bulan min 10 ribu bibit.


Bagi yang pernah melakukan pemesanan bibit jabon di tempat kami, kami sangat berterima kasih sekali apabila Anda menulis testimonial di web ini di kolom leave a comment. Semoga kesehatan dan kebaikan selalu menyertai Kita semua.




Untuk pemesanan bibit Jabon. Hub. Hartono Hp. 0823-78000858 
Dapatkan harga lebih murah dengan pemesanan secara  INDEN 2.5 bulan min 10 ribu bibit.





Saturday, 15 September 2012

Pembahasan Jabon Menurut detik.com




Istilah Jabon mulai familiar dikalangan masyarakat beberapa tahun terakhir. Kepopuleran jabon seakan menenggelamkan pohon sengon yang sebelumnya sudah banyak dikembangkan. Jabon sering diplesetkan dengan istilah 'jati bonsor' (jabon) yaitu jenis pohon yang mirip jati dengan kemampuan tumbuh yang sangat cepat. Sehingga tak heran jenis pohon ini cocok sebagai pohon yang kayunya bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kayu seperti plywood maupun industri pulp maupun kertas. Kemasyuran pohon jabon sebagai salah satu pohon yang bernilai ekonomis tinggi, juga telah diakui oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Zulkifli menilai, harga jual kayu jabon bernilai tinggi sehingga cocok untuk investasi masyarakat. "Satu kubik pohon jabon sekarang harganya Rp 1,6 juta, kalau harga beberapa tahun lagi, pasti lebih mahal," kata Zulkifli akhir pekan lalu.

Zulkifli mengatakan panen  jabon bisa dipetik dalam waktu hanya 6-7 tahun paling lama. Selain buat investasi, menanam jabon juga bisa menjadi saran mensukseskan program menanam 1 miliar pohon.
"Pohon jabon ini pionir, dimana-mana banyak terutama di Sulawesi, sebagai tanaman endemik," kata Zulkifli.
Sementara itu Pemimpin Pelaksana Balai Pemeliharaan Tanaman Hutan Jawa Madura Acad Sudrajat mengatakan gambaran kasar investasi pohon jabon sangat menggiurkan.
Ia menuturkan modal bibit jabon siap tanam hanya Rp 2.000-2.500. Sementara dengan perhitungan harga satu kubik pohon jabon Rp 1,6 juta dengan setiap pohon jabon umur 6 tahun bisa diperoleh dua kubik, sudah terbayang berapa margin yang diperoleh si investor.
"Bayangkan saja keuntunganya luar biasa dari modal Rp 2.500 per pohon menjadi Rp 3 juta," kata Acad. Hal ini pun diakui oleh Direktur Pembibitan Kementerian Kehutanan Bejo Santoso, menurutnya setiap kali panen dalam satu hektar bisa diperoleh perputaran uang hingga Rp 500 juta. Tawaran investasi jabon, kini menurutnya sudah menjadi primadona baru untuk investasi.
"Yang menarik, dari hasil tulisan yang ada hingga kini jabon belum ada penyakitnya. Di Jawa sudah banyak penampungnya untuk industri plywood," kata Bejo.
Acad menjelaskan dengan perhitungan jarak penanaman 3x3 meter, maka setiap hektarnya bisa ditanam 400 pohon. Ia menghitung, nilai ekonomis penanaman jabon bisa diperoleh dari penanaman pohon sedikitnya setengah hektar.
"Lahan tergantung milik sendiri, setengah hektar lumayan 200 pohon pun bisa," katanya.
Dikatakannya, pohon jabon memiliki karakteristik tumbuh baik di ketinggian 0-700 meter diatas permukaan laut. Bahkan kata dia lokasi yang baik jabon sangat tumbuh baik di kawasan lembah.
Menurutnya jabon memiliki dua jenis yaitu jabon merah dan jabon putih, dua-duanya memiliki keunggulan masing-masing. Misalnya jabon merah memiliki karakter kayu yang keras sedangkan jabon putih sebaliknya.
Untuk urusan bibit, Acad menuturkan informasi soal bibit bisa diperoleh di pusat-pusat persemaian yang dibangun kementerian kehutanan. Misalnya pusat persemaian Cimanggis, Depok yang berlokasi di Jalan Raya Bogor. Acad menambahkan, harga bibit saat ini untuk yang sudah disertifikasi (teruji) Rp 14 juta per Kg sementara untuk yang belum bersertifikat hanya Rp 3-4 juta per Kg. Biasanya dari 1 kg bibit jabon bisa didapat 20 juta benih, namun jika sudah disemai biasanya akan efektif tumbuh hanya kurang lebih 2 juta bibit siap tanam.
Ia menghitung dari 1 Kg bibit yang mencapai 2 juta benih siap tanam, maka setidaknya bisa ditampung untuk luasan lahan 5000 hektar. Dengan perhitungan setiap satu hektar bisa ditanam 400 pohon jabon.
Soal pemasaran, menurut Acad penanaman jabon di wilayah Jawa masih menjanjikan dengan wilayah lainnya. Hal ini karena di Jawa banyak bertebaran industri-industri kayu maupun kertas.
"Sekarang di Jawa sudah banyak di Jawa Tengah, Jawa Timur. Bahkan pembeli banyak yang langsung ke kebon dari pihak pabrik maupun bandar kayu. Jabon bisa dipakai untuk bahan baku pabrik kertas, plywood, bahan pertukangan," katanya.

sumber: detik.com

Untuk pemesanan bibit Jabon. Hub. Hartono Hp. 0823-78000858

Dapatkan harga lebih murah dengan pemesanan secara  INDEN 2.5 bulan min 10 ribu bibit.

Friday, 14 September 2012

Cara semai Jabon


Sebetulnya menyemai benih jabon atau biji jabon untuk dapat menjadi bibit jabon itu bukanlah hal yang terlalu rumit dan cukup mudah untuk dipelajari .yang dibutuhkan adalah  sedikit ketelatenan dan dan sedikit keberanian dalam penyemaian benih atau biji jabon tetapi asalkan kita punya tekad kuat untuk mau belajar dan mencoba hal itu mudah dilakukan. ada beberapa  langkah yang sederhana yang perlu kita perhatikan dalam penyemaian benih  jabon antara lain :

Hari pertama : persiapan lahan dan media Siapkan media penyemaian yang steril dan bebas dari biji rumput dan jamur yang nantinya bisa menggangu pertumbuhan,bisa menggunakan tanah halus yang diayak atau menggunakan tanah endapan lumpur sungai. Sementara untuk penaburan  bisa menggunakan media kotak,polybag tanah ataupun guludan.untuk guludan dibuat menggunung sehingga bebas dari terjangan genangan air hujan. Perlu diperhatikan juga ancaman dari ayam maupun tikus yang berseliweran.

Hari ke- 2 : penaburan biji jabon Sebelum biji atau benih jabon ditabur perlu dijemur selama 1-2 jam agar mengurangi kelembaban dan mengaktifkan biji jabon tersebut. Sebelum mulai penaburan media tanam disiram air sampai jenuh tetapi jangan sampai menggenang. Setelah disiram benih jabon / biji jabon ditabur secara merata diatas media.dilanjutkan dengan penutupan dengan plastik dan paranet untuk menjaga kelembaban media dan melindungi dari sinar matahari langsung dan air hujan.media penaburan benih dijaga jangan sampai kering.

Hari ke- 5 atau ke – 6 : perlakuan Di hari ke-6 paranet dibuka separuh ,kontrol kelembaban media dan penyiraman dengan semprotan halus supaya media menjadi lembab.
Hari ke 8-10 :     pengontrolan
Media dikontrol kelembabannya seperti langkah di hari ke-5 atau ke -6
Hari ke 10-14 : pengecekan pertumbuhan                                                                                  

Biasanya biji/benih jabon sudah mulai tumbuh di hari ke-10 sd hari ke-14 meskipun belum merata,pertumbuhan merata akan terjadi di hari ke 21 setelah penaburan biji.

Hari ke -11 sd hari ke 21 Setelah biji jabon mulai tumbuh setiap pagi antara jam 8-11 pagi benih dibuka sungkup dan paranetnya setiap pagi guna dilakukan penyiraman dan pemanasan serta penyemprotan fungisida dosis rendah.penyiraman gunanya mencegah kekeringan,pemanasan dan penyemprotan fungisida digunakan agar benih cepat tumbuh dan tidak terkena jamur. dihari ke - 10 sd 14 biasanya biji jabon sudah mulai tumbuh


Hari ke -24 keatas Benih jabon sudah mulai berdaun agak lebar,perlakuan seperti langkah ke 6 diulangi serta diadakan penyiangan rumput.
Untuk langkah selanjutnya akan dibahas diartikel yang akan datang ,penyemaian seperti langkah diatas akan lebih efektif lagi bila dilakukan secara telaten dan kami juga menyediakan benih jabon super yang terbukti dari sekitar 300 an pengambilan dari konsumen kami,hampir 95 persen mengalami keberhasilan yang mengagumkan, selamat belajar menyemai benih jabon  atau biji jabon.


sumber: internet


 

Untuk pemesanan bibit Jabon Hartono Hp. 0823-78000858

Dapatkan harga lebih murah dengan pemesanan secara  INDEN 2.5 bulan min 10 ribu bibit.

Tuesday, 3 April 2012

Investasi Pohon Jabon Palembang


JABON
Sejenis kayu keras yang pertumbuhanya sangat cepat dapat tumbuh cepat dan subur. Kayu Jabon dapat hidup di tanah Lempung, pod solid, tanah liat, tanah berbatu dan lain-lain.Saat ini kayu Jabon menjadi andalan industri perkayuan seperti:kayu lapis, plywod, industri mebel, plup produsen peti buah, mainan anak-anak, korek api, alas sepatu, papan, triplek dan lain-lain.Nilai Eksport ke negara industri maju sebagai kayu bubur kertas seperti di Jepang.

KEUNGGULAN
  1. Tumbuh sangat cepat di bandingkan kayu keras lainnya.
  2. Tidak memerlukan perawatan khusus.
  3. – + tahun 1993 – 2009 belum di temukan penyakit yang mematikan seperti Tumor karat (Albasia).
  4. Tidak memerlukan pemangkasan,karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok dengan sendirinya (Selfpurning).
  5. Masa produksi jabon yang sangat singkat 4 – 5 tahun sudah bisa panen.
  6. Berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus.
  7. Harga jual jauh lebih tinggi.
  8. Di saat ini – + 1 – 1,2 juta/m³.Dan masih banyak lagi keistimewaan Jabon.
Tanaman Jabon bagai Tanaman Emas
Masa produksi yang begitu cepat 4 -5 tahun saat ini Jabon sebagai kayu andalan industri maju perkayuan.Kebutuhan kayu akan terus meningkat seiring albasia sebagai kayu andalan industri nyaris punah terserang berbagai penyakit yang mematikan.Jadi bisa di katakan masa mendatang 5-10 tahun Jabon akan terus melambung – + 1 juta/ m³.Belum lagi pemerintah melarang penggunaan kayu bulat hasil penebangan hutan alam akibatnya banyak industri cukup kekurangan pasokan kayu.

Tanaman Jabon Bagai Tanaman Emas
  1. Muhamad Instaf SH.Desa Rawa Urip,Kec.Pangenan-Cirebon =>Dalam Usia 6 tahun ada yang mencapai 40 – 45 m.
  2. Pak Hasan.Tanam 625 dalam 4 – 5 tahun mampu menghasilkan 800 – 1000 m³.
  3. DI kalangan PON-PES Ternama “BENDA” Sukses dalam tanam jabon.
Asumsi Penghasilan Penjualan Kayu Jabon Per Ha
——————————————————————————————
1 HA 625 Pohon dengan Masa Panen 5-6 Thn
Dia.50 CM , Tinggi 13 meter
Menghasilkan kayu lebih kurang 300 m3
Prediksi Harga 1 juta x 300 m3
Maka diperoleh Hasil Rp. 300.000.000 /Ha
Pilihan Investasi yang kami tawarkan sekali saja (musim tanam hingga panennya); silahkan pilih:
1. Investasi Silver
2. Investasi Gold 
3. Investasi Platinum

Yang didapatkan setelah proses panen selama 5 tahun :
1. Investasi Silver (Rp.20.000.000)
+ Hanya Keuntungan (5 kali lipat dari modal)                                               
5 x Rp. 20.000.000=Rp.100.000.000
Jadi total Penerimaan = Rp. 100.000.000

2. Investasi Gold (Rp. 40.000.000)
+ Memiliki tanah  (1 hektar = 10.000 m3)
+ Keuntungan (5 kali lipat dari modal)                                                           
5 x Rp. 20.000.000=Rp.100.000.000
Jadi total Penerimaan = Rp. 100.000.000 + tanah 1 ha

3. Investasi Platinum (Rp. 80.000.000)
+ Memiliki tanah  (2 hektar = 20.000 m3)
+ Keuntungan (5 kali lipat dari modal)                                                             
10 x Rp. 20.000.000=Rp.200.000.000
Jadi total Penerimaan = Rp. 200.000.000 + tanah 2 ha

Jika Panen Gagal (Untuk kondisi terburuk disaat panen) :
Uang kembali 70%  + bunga bank saat itu
Makanya jangan takut untuk berinvestasi…ambil segera peluang ini atau peluang ini akan lari dari anda…
Lokasi  Penanaman di daerah Borang Sako, 10 km dari Pasar Perumnas

Untuk pemesanan bibit Jabon Hartono Hp. 0823-78000858

Dapatkan harga lebih murah dengan pemesanan secara  INDEN 2.5 bulan min 10 ribu bibit.

Friday, 20 May 2011

Hama Jabon

Telor-telor, ulet ulet,
Kepompong, Kupu-kupu
Kasian deh lu.. kasian deh lu..

Bait lagu yang sering di dendangkan oleh anak-anak dengan riang ini mungkin bisa membuat para petani dan pekebun berjengit. Iya lah, meski kupu-kupu adalah hewan yang indah, namun ulat kurang disenangi petani, bahkan seringkali dibenci. Apalagi kalau tanaman yang baru tumbuh ternyata digerogoti si monster rakus ini.
Memang kasihan juga bayi pohon Jabon (Anthocephalus cadamba) yang baru berumur 1.5 bulan setelah tanam ini, daunnya hampir habis karena serangan ulat hijau bertanduk.

           
Add caption
From Farm Life                                             Sebetulnya kalau diperhatikan ulat adalah serangga yang unik, si hijau satu ini (mungkin dari genus Polyura). Dia memiliki tanduk di kepalanya. Dan ketika tubuh lunaknya disentuh, dia mengeluarkan cairan berwarna hijau yang entah darimana datangnya. Enggan juga meneliti lebih jauh :) . Kakinya seperti memiliki perekat atau mungkin semacam penyedot yang membuat dia menempel cukup kuat di tangan. Ulat merupakan eating-machine yang luar biasa. Ketika sebelum menetas saja, yang dia lakukan untuk keluar dari cangkang telur adalah memakan cangkangnya. Dan pada siklus hidupnya sampai menjadi kepompong, berat tubuhnya berlipat ratusan kali. Dan yang dia lakukan hanya makan dan makan. Amazing.
Selain ulat, belalang juga sangat menyukai daun jabon. Daun terlihat berlubang-lubang dan meranggas.
Wah harus agak dikurangi nih populasinya, pikir saya.

Karena ulat adalah hewan yang tidak suka kepanasan, dia lebih senang berada di balik daun. Lumayan menyulitkan kalau kita akan melakukan hand-picking terhadap hama ini. Kalau satu dua sih ngga masalah, kalau setiap pohon harus diperiksa ya repot juga (ah pemalas kamu).
Nah si hijau ini kebetulan sedang sial dan berhasil saya temukan. Ketika coba diumpankan pada ayam kampung, wah si ayam nampak kegirangan dapat menu berprotein tinggi. Aha. Maka tak lama, 7 ekor ayam kampung kita giring ke lahan Jabon. Walhasil, tidak saja ulat tapi belalang juga di sikat. Asik juga nonton ayam-ayam itu berburu. Metoda patroli ayam ini pernah kita terapkan juga waktu sapi-sapi di Pakidulan kena hama kutu pengisap darah (caplak). Hanya pada kasus jabon, perlu juga di awasi, jangan sampai si ayam malah lebih seneng makan daun jabon daripada hama-nya. 
Kasus ulat ini menunjukkan bahwa jabon bukan merupakan tanaman yang tidak memiliki hama. Dengan tingginya minat orang menanam jabon, perlu lah kiranya diwaspadai jangan sampai terjadi ledakan populasi hama dan penyakit. Para petani Jabon perlu mewaspadai hal ini. Untuk itu artikel yang diniatkan untuk memajang foto ulat pada jabon ‘terpaksa’ melakukan
Serangga
Serangga lain yang menjadikan jabon sebagai tanaman inang dari literatur diketahui adalah ngengat Lymantria mathura. Kalau lihat gambar ketika sedang dalam siklus ulat, wah serem juga dengan bulu-bulu yang jabrik.
Yang lainnya adalah Daphnis hypothous, Dysaethria quadricaudata, dan Ectropis bhurmitra. Semuanya termasuk jenis -jenis ngegat (moth). Walau jarang mematikan namun serangan hebat dapat menghabiskan seluruh daun Kadamba.
Kemudian ulat Arthroschista hilaralis serta larva kumbang berordo Coleoptera famili Melolonthidae yang dikenal dengan Uret. Salah satu jenis larva uret yang nakal berasal dari kumbang lege (white grubs atau kuuk dalam bahasa sunda). Kumbang ini berasal dari genus Phyllophaga. Lege sering kita temukan pada pohon pisang, sedangkan larvanya berada di dalam tanah.
From Hanja - Jabon - Samama
Dari sebuah literatur ditemukan pula catatan mengenai penanaman usia satu tahun kombinasi Kadamba yang dicampur dengan tanaman Sengon (Albizia falcata) di Jawa Timur yang terserang hama uret Lepidiota stigma, Leucopholis rorida dan Holotrichia helleri (Intari, S.E.; Natawiria, D. 1973. Hama Uret pada pesemaian dan tegakan muda. Laporan 167. Bogor, Indonesia: Lembaga Penelitian Hutan. 22 p.).
Nematoda
Hama lain yang sering menghinggapi Jabon adalah serangan nematoda. Hama dari keluarga filum atau cacing-cacingan ini diketahui menyerang akar jabon. Dan menyebabkan tanaman yang terserang mati. Istilah untuk penyakit yang memang sangat umum menyerang bermacam tanaman ini adalah puru akar (root-knot nematode). Di Amerika Serikat saja, setidaknya serangan nematoda akar ini telah mengurangi produktifitas pertanian sebesar $5 milyar setiap tahunnya. Pada tanaman jabon, nematoda penyebab di identifikasi adalah Meloidogyne incognita. Serangannya menyebabkan daun menguning dan merapuhkan akar. Di Filipina, 97 persen pasokan bibit Jabon dari penangkar telah terinfeksi nematoda ini. Indikasinya, ukuran bibit lebih kecil, beratnya kurang dengan daun yang lebih sedikit.
Sudden Death
Yang cukup mengejutkan adalah adanya catatan mengenai mewabahnya kematian mendadak atau sudden death pada penanaman Kadamba di Costa Rika (Gibson, I.A.S.; Nylund, J. 1976. Sudden death, a disease of kadam (Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq.). Commonwealth Forestry Review. 55(3): 219-227).
Penyebabnya tidak diketahui, namun menyebabkan penanaman disana dihentikan sama sekali. Gejalanya merupakan gejala khas penyakit infeksi pada akar. Bintik dan noda pada kambium dan jaringan kayu (sapwood) yang menyebar dimulai dari akar dan terus ke atas. Penyakit ini diamati bermula pada tahun 1967, hanya dua setengah tahun sejak ditanam. Matinya akar serabut juga merupakan gejala awal.
Pada literatur yang lain, Selander (1990) melaporkan kerontokan berat pada percobaan penanaman Jabon di Kalimantan Selatan disebabkan oleh ulat yang tidak dapat di identifikasi jenisnya. Kemudian Ngatiman dan Tangketasik (1987) mencatat bahwa ada satu serangga yang belum teridentifikasi (diasumsikan ulat) pada penanaman di Kalimantan Rimur. Suratmo (1987) mengarahkan penyebab penggundulan jabon tersebut adalah Margaronia sp. (Lepidoptera, Pyralidae).
Suratmo (1996) mengobservasi bahwa penanaman yang telah dilakukan pada area yang kecil, daunnya telah diserang secara hebat yang menyebabkan penanaman spesies fast growing ini dihentikan (Insect Pests and Diseases in Indonesian Forests, CIFOR, 2000).
Di India, Kumbang Tanduk Panjang, Batocera numitor (Coleoptera, Cerambycidae) ditemukan menggerek pokok batang pada tanaman yang tidak sehat. Kemudian ulat Margaronia hilaralis (Lepidoptera, Pyralidae) menyebabkan daun tinggal tulang belulang (Beeson 1941). Sementara serangan ulat lain dari jenis polyphagous yang merupakan pemakan daun juga dicatat terjadi di India namun tidak menyebabkan situasi yang serius.


From Hanja - Jabon - Samama
Disebutkan dalam literatur tersebut bahwa ulat pemakan daun adalah ancaman potensial namun sejarah penanaman Jabon terlalu pendek untuk membuat kesimpulan yang tepat.
leaf blightRhizoctonia
Daun Jabon juga amat disenangi ternak sapi, kambing dan domba. Hingga ternak yang digembalakan di area penanaman jabon harus dalam pengawasan yang ketat.
Demikianlah, tulisan ini sama sekali tidak bermaksud untuk menyurutkan niat kita bertanam. Namun lebih merupakan upaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi.
Telor-telor, ulet ulet,
Kepompong, Kupu-kupu
Kasian deh lu.. kasian deh lu..

Semoga bukan para petani Jabon yang disebut dalam dendang tersebut dan semoga tulisan ini bermanfaat.



Untuk pemesanan bibit Jabon. Hub. Hartono Hp. 0823-78000858 pin 2A6F3EA2


Dapatkan harga lebih murah dengan pemesanan secara  INDEN 2.5 bulan min 10 ribu bibit. 

Wednesday, 30 March 2011

Cara pembibitan Jabon

A. Pengecambahan benih.
Sediakan media tempat kecambah (bak plastik) dan sungkup dari plastik2. Media perkecambahan adalaha. Campuran pasir halus dan tanah halus (1:1), disterilisasi dengan cara digoreng selama 2 jam. Untuk mendapatkan media pasir halus, pasir di ayak dengan ayakan berukuran mikro (ayakan nyamuk).b. Campuran cocopeat (sabut kelapa yang sudah dicacah) dan arang sekaram (2:1). Keduanya dapat diperoleh/dibeli di toko-toko pertanian.3. Sebelum benih ditabur, media disiram sampai jenuh. Bila perlu bak tabur ditutup dengan plastik transparan (sungkup).4. Penaburan benih dapat dicampur dengan pasir halus agar penyebaran dalam bak kecambah merata. Perbandingan benih dengan pasir 2:1.5. Biasanya benih mulai berkecambah setelah 7-15 hari setelah penaburan dan akan mulai merata setelah 30 hari.6. Dalam satu bak kecambah ukuran 25 cm x 20 cm banyak biji yang ditabur cukup 1 sendok teh.

B. Pemeliharaan pada periode perkecambahan.
Pemeliharaannya dilakukan dengan penyiraman. Setelah penyiraman pertama, penyiraman selanjutnya dilakukan setiap harinya (pagi dan sore) sampai minggu ke-10 / siap sapih ke polybag dengan ukuran bibit 5-10 cm dengan sprayer halus2. Penyiraman menggunakan air biasa untuk setiap harinya dan menggunakan air biasa dicampur dengan fungisida DITHANE M-45 untuk setiap minggunya (1kali dalam semingggu). Untuk 1 liter air dicampur fungisida ¼ sendok Dithane M-45.3. Media kecambah harus terkena cahaya matahari tetapi tidak secara langsung perlu naungan dari plastik / sungkup / rumah kaca. Kondisi media SYARAT YANG PALINGàkecambah harus lembab dan basah jangan sampai kekeringan. PENTING.4. Selanjutnya bibit dipindahkan ke polybag di persemaian.5. Total waktu perkecambahan kurang lebih 1 bulan, total pemeliharaan setelah muncul kecambah 1,5 bulan hingga siap sapih. Jadi total waktu yang dibutuhkan untuk perkecambahan kurang lebih 2-3 bulan.6. Bibit yang sudah dipindahkan ke polybag sangat cepat perkembangannya. 1 bulan bisa mencapai ukuran tinggi = 20-40 cm.

C.Penyapihan.
Penyapihan adalah pemindahan tanaman dari bak kecambah ke polybag. Kemudian polybag di tempatkan pada bedengan berukuran 5 m x 1 m yang ternaungi agar terlindung dari sinar matahari langsung dan hujan.1. Penyapihan dilakukan ketika kecambah telah memiliki 2-3 pasang daun atau telah mencapai tinggi 2-3 cm (usia 1,5-2 bulan).2. Media sapih yang digunakan harus mengandung banyak nutrisi untuk pertumbuhan tanaman yang kemudian ditempatkan dalam polybag3. Media semai yang dipergunakan : ukuran polybag 10×15 cm.4. Media bibit adalaha. Media campuran pasir + tanah+ arang sekam (1:3:1) atau tanah + kompos (3:1).b. Media campuran tanah (topsoil/permukaan), pasir dan pupuk kandang (7:2:1)c. media campuran tanah, cocopeat, dan pasir (3:1:1), atau menggunakan campuran tanah dan arang sekam (1:1).

D. Pemeliharaan di bedeng sapih.
Penyiraman secara rutin setiap hari menggunakan air biasa dan setiap minggu menggunakan air biasa dicampur dengan fungisida DITHANE M-452. Selain penyiraman dapat juga diberikan pemupukan yang dilakukan setelah bibit berumur 2 minggu dengan pupuk NPK cair (2-4gram/1liter air), atau dengan pupuk NPK padat 0,5 gram/bibit dengan jarak dari batang tanaman 3-5 cm (selebar tajuk tanaman).3. Selain itu juga dapat dilakukan pemupukan dengan pupuk daun gandasil-D (dosis 1-2 gr untuk 1 liter air) setelah bibit berumur 3 bulan setelah penyapihan.5. Pemberian penaungan tanaman dengan paranet dilakukan hingga bibit berumur ±4-5 bulan setelah penyapihan (tinggi ±30 cm). Ukuran paranet 30%, 40% ,50% atau 65%.

E. Penanaman di lapangan.
Bibit siap tanam ketika batangnya cukup berkayu dengan tinggi 25-30 cm. Waktu penanaman dilakukan pada musim hujan dengan jarak tanam 3 m x3 m. Pemeliharaan di lapangan berupa pendangiran (penggemburan tanah), penyulaman (pada jabon yang mati), penyiangan (pembebasan dari rumput liar) dan pemupukan. Semoga Bermanfaat. 



Untuk pemesanan bibit Jabon Hartono Hp. 0823-78000858

Dapatkan harga lebih murah dengan pemesanan secara  INDEN 2.5 bulan min 10 ribu bibit.